Gerakan Pengendalian OPT Bawang Merah Ramah Lingkungan di kab. Temanggung

Sebagai upaya pengawalan pertanaman sayuran di kawasan pengembangan hortikultura, Ditlin Hortikultura Kementan RI melalui BPTPHP Distanbun Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan kegiatan gerakan pengendalian OPT Ramah Lingkungan, yang dilaksanakan di Gapoktan Daun Kencana, Desa Legoksari, Kec. Tlogomulyo, Temanggung (24/11/2022).
Pengendalian dilakukan secara preventif pada lahan sudah olah dan siap tutup mulsa dengan melakukan aplikasi Angens Pengendali Hayati (APH) sebagai bahan pengendali ramah lingkungan pada pertanaman, sebelum terjadi serangan OPT di lahan.
Jenis APH yang digunakan berupa Trichoderma sp. dalam bentuk media cair, yang diaplikasikan pada lahan sudah olah dan siap tutup mulsa, sebagai upaya pengendalian penyakit layu Fusarium (moler) yang biasanya diikuti dengan serangan nematoda serta penyakit akibat jamur lainnya.
Aplikasi PGPR dilakukan pada tanaman berumur minimal 7 hari setelah tanam dengan cara dikocorkan/semprot pada tanah di sekitar perakaran. Kandungan bakteri pada PGPR memiliki fungsi antara lain sebagai pendorong pertumbuhan, meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi dari tanah, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama penyakit.
Sementara Beauveria bassiana berfungsi sebagai bioinsektisida, yang dapat digunakan untuk pengendalian hama thrips, kutu banci pada tanaman bawang merah. Selain bahan tersebut di atas, dilakukan pengendalian ulat bawang dengan menggunakan perangkap feromon sex untuk ulat bawang. Untuk setiap 1 hektar dilakukan pemasangan 32 buah perangkap.

Komentar


List Komentar


Link terkait
Pemprov Jateng
Lapor gub
LKPP
LPSE
Kementan